Sebijak Institute Fakultas Kehutanan UGM bersama Forest and Society Research Group Universitas Hasanuddin, CE-HERO Universitas Mulawarman, East-West Center University of Hawai‘i, dan Cornell University, baru saja menyelesaikan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Desa Sepatin dan Muara Pantuan, Kalimantan Timur, pada 16–21 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian panjang dari riset kolaborasi berjudul Vulnerable Deltas in Southeast Asia: Climate Change, Water Pollution, and
Arsip:
research
ProdJus merupakan penelitian kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada (Indonesia) dengan University of East Anglia (UK), Kwame Nkrumah University of Science and Technology (Ghana), dan Vietnam Academy of Social Sciences.
Penelitian ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Europe and Global Challenges Initiative dari Riksbankens Jubileumsfond bekerjasama dengan The Wellcome Trust dan VolkswagenStiftung.
Dalam penelitian ini, Prof. Dr. Ahmad Maryudi (Sebijak Institute, Fakultas Kehutanan UGM) berperan