(12/04) Online Course Environment, Development, and Governance in Indonesia: Theories, Issues, and Trends yang diselenggarakan oleh Sebijak Institute UGM, Forest and Society Research Group Unhas, Dala Institute, dan American Institute for Indonesian Studies (AIFIS) pada Senin lalu telah melaksanakan pertemuan kesembilan. Berbeda dari pertemuan sebelumnya yang membahas mengenai taman nasional, topik dari pertemuan kesembilan ini adalah “Fisheries and the Ocean”. Invited speaker
Oleh: Dr. Untung Iskandar (Praktisi Rimbawan, eks Dirjen Kementerian Kehutanan)
Sungguh mengejutkan, sekaligus menggembirakan. Besarnya respon berbagai kolega atas tulisan mimpi dan harapan menjadi bangsa eksportir dan manufaktur (manufacturing and exporting nation) sebagaimana dimuat di http://forestgam.com/dampak-pembentukan-swf-dan-lpi-di-sektor-kehutanan/ mendorong penulisan artikel lanjutan.
Landasan berpikirnya adalah kebijakan pembentukan SWF (Sovereign Wealth Fund) dengan nama Indonesia
Oleh: Agung Nugraha (Direktur Eksekutif Wana Aksara Institute)
Satu lagi buku tentang Jokowi terbit awal Maret 2021 lalu. Masih fresh from the oven. Berjudul “Jokowi Mewujudkan Mimpi Indonesia. Memahami Pembangunan Berbasis Karakter dan Nilai-Nilai Kemanusiaan”. Buku setebal 580 halaman terdiri 16 bab dan 125 sub bab. Sebuah buku yang luar bisa lengkap. Mengupas tuntas teknokrasi pembangunan Indonesia. Sekaligus membeberkan narasi holistik karakter dan nilai yang melandasinya. Tak lain
(05/04) Keith Bettinger, Ph.D., peneliti serta konsultan bagi UNDP dan USAID, menjadi invited speaker dalam pertemuan kedelapan dari Online Course Environment, Development, and Governance in Indonesia: Theories, Issues, and Trends. Online Course ini merupakan kolaborasi Sebijak Institute UGM, Forest and Society Research Group Universitas Hasanuddin, Dala Institute, dan American Institute for Indonesian Studies (AIFIS). Dalam pertemuan ini, Keith memaparkan dan mendiskusikan presentasi
Oleh: Prof. Dr. Moh. Sambas Sabarnurdin (Pengajar Fakultas Kehutanan UGM)
Akumulasi tuntutan kebutuhan manusia telah membebani sumber daya hutan (SDH). Menyebabkan kerusakan permanen. Kesadaran bahwa SDH tidak dapat menghindari semua tekanan, maka salah satu hal terpenting bagi penyelesaian berbagai problematika hutan dan kehutanan adalah mengantisipasi perubahan sikap mental sekaligus menyiapkan bekal rimbawan dalam pemanfaatan SDH. Pertanyaannya bagaimana mewujudkan konsep dan rencana tersebut.
(29/03) Rangkaian Online Course Environment, Development, and Governance in Indonesia: Theories, Issues, and Trends kembali berlanjut dengan pertemuan ketujuh pada hari Senin, 29 Maret 2021. Online Course ini merupakan kolaborasi Sebijak Institute UGM, Forest and Society Research Group Universitas Hasanuddin, Dala Institute, dan American Institute for Indonesian Studies (AIFIS). Bertajuk “Plantation Governance, Politics, and Justice in Indonesia”, pertemuan ini menghadirkan Dr. Ahmad
Oleh: Dr. Untung Iskandar (Praktisi Rimbawan, eks Dirjen Kementerian Kehutanan)
Belum lama kehutanan Indonesia menggegerkan kehutanan dunia. Melalui sebuah public release Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH), Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rabu 3 Maret 2021 lalu diungkapkan sebuah prestasi besar. Berdasarkan serangkaian hasil kajian pengolahan data dan analisa spasial, diperoleh data penurunan
(22/03) Energy governance menjadi isu yang dibahas dalam pertemuan keenam Online Course Environment, Development, and Governance in Indonesia: Theories, Issues, and Trends. Online Course ini merupakan kolaborasi Sebijak Institute UGM, Forest and Society Research Group Universitas Hasanuddin, Dala Institute, dan American Institute for Indonesian Studies (AIFIS). Pertemuan keenam ini menghadirkan invited speaker Dr. Abidah B. Setyowati, Ph.D., seorang peneliti interdisipliner
(15/03) Kolaborasi Sebijak Institute UGM, Forest and Society Research Group Universitas Hasanuddin, Dala Institute, dan American Institute for indonesian Studies (AIFIS) dalam kegiatan Online Course Environment, Development, and Governance in Indonesia: Theories, Issues, and Trends kembali berlanjut pada Senin (15/03) ini. Dalam pertemuan kelima ini, Prof. Dr. Ahmad Maryudi (Ketua Sebijak Institute) hadir sebagai pembicara dengan mengusung topik “Main Kayu”. Fokus utama bahasan pertemuan
Oleh: Dr. Soewarso (Rimbawan Praktisi APP Sinar Mas)
Memasuki minggu ketiga bulan Maret 2021, patroli polisi hutan maupun petugas keamanan di setiap kawasan hutan semakin ditingkatkan. Demikian pula masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA). Termasuk seluruh jajaran staf perusahaan kehutanan dan perkebunan. Sasarannya jelas. Memantau potensi kebakaran hutan dan lahan di berbagai kawasan. Termasuk memantau setiap titik panas (hotspot) yang tampak di sistem monitoring









